MotoGP Aragon: Marc Marquez Simpan Kecepatan Asli di Latihan

Marc Marquez di paddock Sirkuit MotorLand Aragon dalam sesi latihan MotoGP.
Marc Marquez di paddock Sirkuit MotorLand Aragon dalam sesi latihan MotoGP.. Sumber foto: kompas.id.

Aksi pebalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, dalam sesi latihan MotoGP di MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol, menyita perhatian para pesaingnya. Meski mengakhiri sesi di posisi ketiga di bawah adiknya, Alex Marquez, dan pebalap tercepat Marco Bezzecchi, peraih tujuh gelar juara di sirkuit ini diyakini belum mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Dalam sesi latihan yang menentukan 10 pebalap lolos langsung ke kualifikasi dua atau Q2 tersebut, Marquez menorehkan waktu 1 menit 45,493 detik. Catatan waktu itu menempatkannya terpaut sangat tipis, yakni 0,028 detik dari pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, serta tertinggal 0,038 detik dari pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai yang tercepat.

Keputusan Marquez untuk hanya melakukan satu kali uji coba kecepatan penuh atau time attack menjadi sorotan utama di paddock. Berbeda dengan para pesaingnya termasuk Bezzecchi yang melahap dua kali time attack menggunakan kombinasi ban depan-belakang kompon medium-lunak, pebalap asal Spanyol itu memilih fokus mendalami setelan dasar motor.

Strategi taktis tersebut diambil demi mengelola risiko sekaligus mengamankan cadangan kompon ban belakang lunak yang masih baru untuk menghadapi sesi kualifikasi lanjutan. Hal ini menguatkan pandangan bahwa sang juara dunia masih menyimpan tenaga dan potensi maksimal motornya untuk momen yang lebih krusial.

Potensi besar yang dimiliki pebalap andalan Ducati ini turut diakui oleh para rival terdekatnya di lintasan. Penilaian senada disampaikan oleh Marco Bezzecchi, yang merasakan langsung ketatnya persaingan melawan sang pebalap tuan rumah di atas aspal Aragon.

Penilaian langsung diberikan oleh pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengenai jalannya sesi latihan.

“Menurut saya, Marc jelas sedikit menyembunyikan sesuatu karena dia hanya melakukan sekali time attack”

Marco Bezzecchi — kompas.id

Selain strategi ban, kenyamanan di atas lintasan menjadi salah satu senjata utama bagi Marquez untuk kembali mendominasi seri kali ini. Mengingat catatan rekam jejaknya yang luar biasa pada musim 2024 dan 2025 di mana dia menyapu bersih pole position, kemenangan balapan sprint, balapan utama, hingga lap tercepat, potensi ancaman nyata kembali ditebar.

Menanggapi performa impresifnya di hari pertama, Marquez menyatakan rasa bahagianya bisa kembali memacu kuda besinya dengan rasa percaya diri yang tinggi. Dirinya merasa masih memiliki ruang kecil untuk melakukan perbaikan demi mempertajam catatan waktu putaran.

Di sisi lain, tantangan fisik turut mewarnai perjuangan para pebalap di Aragon, seperti yang dialami oleh Bezzecchi dalam menghadapi dominasi tikungan ke kiri di sirkuit tersebut. Meski harus berjuang mengatasi rasa sakit pada bagian lutut dan bahu akibat tekanan berat saat menikung, para pesaing tetap harus memperhitungkan kecepatan luar biasa yang ditunjukkan oleh Marquez bersaudara.

Pebalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengungkapkan perasaannya usai mengamankan posisi ketiga.

“Ya, sirkuit membantu (saya). Senang dengan sirkuit di mana saya merasa bagus, terutama karena semuanya sangat ketat.”

Marc Marquez — kompas.id

Rangkaian persaingan ketat di MotorLand Aragon dipastikan akan berlanjut dalam sesi kualifikasi penentuan posisi start terdepan. Dengan simpanan ban baru dan pemahaman setelan motor yang semakin matang, Marc Marquez bersiap menjadi pusat perhatian utama dalam perebutan podium juara akhir pekan ini.

Sumber rujukan: kompas.id, www.kompas.id.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News