Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar tengah berlangsung di Nepal menyusul banjir bandang dahsyat yang menerjang sejak 26 Agustus 2026. Bencana alam ini telah memutus akses komunikasi dan mobilitas di berbagai wilayah, menyebabkan ratusan wisatawan terjebak di tengah kondisi medan yang sulit.
Berdasarkan data terkini dari Badan Pariwisata Nepal per Kamis (28/8) petang, sebanyak 622 wisatawan mancanegara maupun lokal dari 34 negara dilaporkan belum dapat dihubungi. Sementara itu, tim evakuasi berhasil menyelamatkan 121 orang dan membawa mereka ke lokasi yang lebih aman.
Data yang dirilis pihak berwenang menunjukkan sebaran kewarganegaraan dari para korban hilang. Warga lokal Nepal mencatatkan jumlah terbanyak dengan 149 orang, diikuti oleh warga India sebanyak 98 orang, Amerika Serikat 65 orang, dan Ukraina 61 orang. Selain itu, terdapat 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, serta sejumlah wisatawan dari berbagai negara lainnya yang hingga kini status keberadaannya masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.
Tim penyelamat yang dikerahkan saat ini masih berhadapan dengan medan berat. Infrastruktur jalan yang terputus dan risiko bencana susulan menjadi kendala utama dalam menjangkau area-area terisolasi. Pihak berwenang pun telah melakukan upaya evakuasi melalui jalur udara, terutama di distrik Nuwakot yang mengalami dampak cukup signifikan akibat luapan air dan tanah longsor.
Dalam pernyataan tertulis terkait potensi ancaman lanjutan, Badan Pariwisata Nepal menekankan pentingnya menjauhi titik-titik rawan bencana:
“Mengingat risiko banjir yang masih berlanfung, kemungkinan jebolnya danau secara mendadak di hulu, serta banyaknya hambatan di jalan raya, para wisatawan dan pelaku perjalanan sangat diimbau untuk menghindari area bantaran sungai, jalan raya yang terdampak, dan ruas jalan yang rawan di Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavrepalanchok, Makwanpur, serta area hilir lainnya hingga kondisi membaik,”
Badan Pariwisata Nepal — kumparan.com
Risiko Bencana Lanjutan Masih Mengintai
Merespons situasi yang masih kritis, Badan Pariwisata Nepal mengeluarkan peringatan keras kepada publik dan pelaku perjalanan. Mereka menegaskan bahwa bahaya banjir belum sepenuhnya berakhir karena adanya ancaman dari kondisi geografis di wilayah hulu sungai yang dapat memicu dampak lebih lanjut bagi area hilir.
Peringatan ini secara khusus menyoroti beberapa wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi, seperti Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavrepalanchok, dan Makwanpur. Wisatawan diimbau untuk mematuhi instruksi evakuasi demi keselamatan pribadi di tengah ketidakpastian kondisi cuaca dan ancaman jebolnya danau secara mendadak di wilayah pegunungan yang masih terus dipantau oleh tim ahli.
Hingga saat ini, upaya pencarian terus ditingkatkan guna menemukan para wisatawan yang masih belum terkonfirmasi keberadaannya. Pemerintah setempat bersama tim gabungan terus melakukan koordinasi ketat untuk membuka akses jalan yang terhambat, sembari memantau potensi pergerakan tanah dan kenaikan debit air yang dapat membahayakan proses penyelamatan di lapangan.
Sumber rujukan: kumparan.com.