Terlalu Banyak Duduk Bisa Ancam Kesehatan Mental Anda

Seorang pekerja yang duduk terlalu lama di depan komputer berisiko mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental.
Ilustrasi AI dibuat dengan FLUX melalui Cloudflare AI.

SATUINDONESIA.Eu.Org - Gorontalo - Kebiasaan duduk terlalu lama sering kali hanya dikaitkan dengan risiko kesehatan fisik, seperti obesitas, diabetes, atau penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku sedentari atau aktivitas dengan pengeluaran energi rendah saat terjaga juga memiliki kaitan erat dengan kondisi kesehatan mental seseorang.

Perilaku sedentari mencakup berbagai aktivitas, mulai dari duduk di depan komputer saat bekerja, menonton televisi, bermain gim, hingga menggunakan ponsel dalam durasi yang panjang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tegas mengimbau masyarakat untuk mengurangi durasi duduk dan lebih aktif bergerak guna menjaga keseimbangan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Sebuah scoping and mapping review yang dipublikasikan dalam jurnal Mental Health and Physical Activity pada Maret 2026 telah memetakan 144 penelitian mengenai hubungan perilaku sedentari dengan enam dimensi stres. Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa bukti yang ada saat ini sebagian besar berasal dari studi potong lintang dan laporan mandiri, sehingga hubungan sebab-akibat yang pasti masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Dalam tinjauan lain yang diterbitkan di Frontiers in Education pada 18 Agustus 2026, peneliti Zhe Weng dan Xin Wang menelaah hubungan antara aktivitas fisik, perilaku sedentari, tidur, dan kesehatan mental pada mahasiswa. Dari 13 studi yang memenuhi kriteria tinjauan, ditemukan bahwa hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental, khususnya terkait gejala depresi, tidak selalu sederhana dan menunjukkan hasil yang tidak konsisten antarpenelitian.

Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks. Durasi duduk tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya pemicu stres, kecemasan, atau depresi. Kendati demikian, para ahli tetap menyarankan pentingnya membatasi waktu sedentari sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan kebugaran fisik yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News