
SatuIndonesia.eu.org - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan paruh pertama hari Rabu di zona merah setelah mengalami tekanan jual dari para pelaku pasar domestik. Berdasarkan data dari Stockbit, pergerakan indeks acuan nasional tersebut harus tergelincir turun pada sesi penutupan tengah hari.
Pelemahan ini menunjukkan adanya dinamika perdagangan yang cukup ketat di lantai bursa sejak pembukaan pasar pagi hari hingga menjelang waktu istirahat siang.
Pada penutupan perdagangan Sesi I hari Rabu, IHSG tercatat melemah sebesar 38,95 poin atau terkoreksi sekitar 0,58 persen ke level 6.647,5. Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia pada paruh pertama hari ini mencatatkan nilai transaksi yang mencapai Rp8,32 triliun secara keseluruhan.
Selain nilai transaksi tersebut, volume perdagangan saham yang melibatkan partisipasi investor di pasar tercatat sebanyak 21,61 lembar miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi yang terjadi sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini terpantau mencapai angka 1,31 juta kali transaksi.
Dinamika Saham Unggulan dan Bursa Asia
Di tengah koreksi indeks secara umum, sejumlah emiten tetap berhasil mencatatkan penguatan signifikan dan menduduki jajaran top gainers. Saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) memimpin daftar penguatan setelah naik 18 poin atau 25,71 persen ke level 88, disusul oleh PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang menguat 20,19 persen ke level 125.
Kenaikan harga juga dialami oleh saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang naik 15,79 persen ke level 110, PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) yang bertambah 15,32 persen ke level 715, serta PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang menguat 14,39 persen ke posisi 318.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual menimpa sejumlah saham yang masuk dalam kategori top losers pada sesi yang sama. Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mengalami koreksi terdalam sebesar 9,88 persen ke level 730, diikuti PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang turun 9,71 persen ke level 93, serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang melemah 9,62 persen ke level 432.
Tekanan serupa juga dirasakan oleh saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merosot 9,32 persen ke level 214 dan saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang turun 6,49 persen ke level 3.460. Sementara itu, aktivitas transaksi dengan nilai terbesar atau top value didominasi oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp733,94 miliar.
Catatan nilai transaksi besar lainnya dicatatkan oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) senilai Rp527,90 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp271,38 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp255,62 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp252,21 miliar. Dari sisi volume, saham BIPI juga memimpin perdagangan dengan catatan sebanyak 32,95 juta lembar saham.
Pergerakan pasar domestik ini sejalan dengan situasi bursa saham di kawasan Asia yang terpantau bergerak secara variatif pada perdagangan siang hari. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik tipis 0,08 persen ke level 65.323, sedangkan Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,16 persen ke level 25.278.
Kondisi pasar keuangan pada pertengahan pekan ini memperlihatkan kehati-hati an investor dalam merespons sentimen yang berkembang di pasar regional maupun domestik. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lanjutan pada sesi perdagangan kedua untuk melihat potensi pemulihan arah pergerakan indeks.
Sumber rujukan: kumparan.com, pasardana.id, stockwatch.id, finance.detik.com, emitennews.com.