Polisi Rilis 2 Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Warga Pejompongan

Dua sketsa wajah pelaku pengeroyokan warga di Pejompongan yang dirilis pihak kepolisian.
Dua sketsa wajah pelaku pengeroyokan warga di Pejompongan yang dirilis pihak kepolisian.. Sumber foto: commons.wikimedia.org.

SatuIndonesia.eu.org - Jakarta - Penyidikan kasus penganiayaan berat yang merenggut nyawa Bambang Setiawan (59), seorang pedagang cermin warga Bendungan Hilir, kini memasuki babak baru. Polda Metro Jaya secara resmi merilis dua sketsa wajah terduga pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan maut di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil guna mempermudah proses pencarian serta menggalang partisipasi masyarakat dalam mengenali sosok yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, berjarak sekitar dua kilometer dari Gedung DPR RI. Kejadian berdarah tersebut berlangsung sesaat setelah aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen berujung ricuh. Selain merenggut nyawa Bambang Setiawan, aksi kekerasan oleh sekelompok orang tidak dikenal tersebut juga mengakibatkan seorang warga setempat lainnya, Faturrohman (18), mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan pengurus lingkungan setempat, kedua korban merupakan warga Pejompongan yang sama sekali tidak ikut serta dalam aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI. Saat kerusuhan meluas ke sekitar permukiman, kelompok massa mendadak melakukan penganiayaan secara brutal tanpa alasan yang jelas. Pihak kepolisian kemudian menangani perkara ini secara intensif melalui penanganan Laporan Model A untuk mengusut tuntas aksi main hakim sendiri tersebut.

Guna mengungkap tabir di balik aksi penganiayaan ini, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Pol Iman Imanuddin telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Penyidik telah mengumpulkan berbagai petunjuk di lokasi kejadian, meneliti rekaman kamera pengawas (CCTV), serta memeriksa setidaknya 14 orang saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara saat peristiwa berlangsung.

Dari hasil pendalaman sementara terhadap rekaman CCTV dan keterangan para saksi, tim penyidik berhasil mengidentifikasi ciri-ciri fisik dua orang terduga pelaku utama. Penerbitan sketsa wajah ini diharapkan dapat mempercepat proses penangkapan kedua buronan yang hingga kini masih dalam pengejaran intensif aparat kepolisian.

Ketua RT 002/RW 006 Bendungan Hilir, Aban Sobandi, mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan brutal yang menimpa warganya di luar prosedur pengamanan resmi. Sebagaimana dikutip dari www.tribunnews.com:

“Tapi saat ini yang nanganin dan dikedepankan itu ormas. Tindakannya di luar SOP kepolisian, semaunya sendiri. Udah ditarik-tarik, digebukin, kepala sampai pecah ada, robek,”

Aban Sobandi — www.tribunnews.com

Dugaan Keterlibatan Ormas dan Penjelasan Polisi

Insiden ini sempat memicu sorotan tajam dan spekulasi di tengah masyarakat, khususnya terkait identitas serta latar belakang kelompok pelaku. Kesaksian mengenai situasi brutal di lapangan sempat diungkapkan oleh pengurus lingkungan setempat pasca-kejadian.

Meskipun terdapat anggapan dari warga mengenai adanya dugaan keterlibatan elemen organisasi kemasyarakatan dalam pengamanan demo di lapangan, pihak kepolisian menegaskan sikap independen dalam proses hukum. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan indikasi atau bukti sah yang mengarah pada keterlibatan ormas tertentu dalam pengeroyokan tersebut.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional tanpa pandang bulu. Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan bukti material serta pencocokan identitas terduga pelaku berdasarkan sketsa yang telah disebar ke publik, guna memastikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.

Kini kepolisian mengimbau masyarakat yang mengenali atau memiliki informasi terkait keberadaan dua sosok dalam sketsa wajah tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Pengungkapan kasus ini menjadi krusial demi menjamin kepastian hukum, menegakkan rasa aman di lingkungan warga, serta mencegah berulangnya aksi kekerasan brutal pasca-demonstrasi di wilayah ibu kota.

Sumber rujukan: Tribunnews, www.tribunnews.com, beritasatu.com, viva.co.id, news.detik.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News