7 Bandara Tutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, Soetta Hingga 21.30 WIB

Petugas Otoritas Bandar Udara di Soekarno‑Hatta mengumumkan penutupan sementara penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau.
Petugas Otoritas Bandar Udara di Soekarno‑Hatta mengumumkan penutupan sementara penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau.. Sumber foto: commons.wikimedia.org.

SatuIndonesia.eu.org - Jakarta - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) memaksa otoritas penerbangan menutup sementara operasi di tujuh bandara utama, termasuk Bandara Internasional Soekarno‑Hatta (CGK). Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah yang terpengaruh abu vulkanik.

Menurut pembaruan resmi dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Kelas Utama Soekarno‑Hatta pada pukul 17.00 WIB, masing‑masing bandara memiliki batas waktu penutupan yang berbeda, dengan Soekarno‑Hatta dijadwalkan kembali beroperasi pada pukul 21.30 WIB.

Bandara Raden Inten II (TKG), Halim Perdanakusuma (HLP), dan Budiarto (RTO) ditutup hingga pukul 18.00 WIB, 18.00 WIB, dan 17.30 WIB secara berurutan. Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara, Pondok Cabe, dan M. Taufik Kiemas tetap ditutup hingga pagi hari berikutnya, yakni pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, dan 09.00 WIB pada 7 September.

Otoritas Bandar Udara menegaskan pentingnya pemeriksaan status penerbangan sebelum berangkat. “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan,” demikian pernyataan resmi yang dipublikasikan di akun media sosial mereka.

Berbagai media melaporkan perbedaan waktu penutupan. Detik.com mencatat bahwa Soekarno‑Hatta awalnya ditutup hingga pukul 13.30 WIB, sementara Kompas.com melaporkan perpanjangan hingga 23.59 WIB pada siang harinya. Kumparan.com, yang mengutip pembaruan otoritas pada pukul 17.00 WIB, menyebutkan penutupan hingga 21.30 WIB. Perbedaan ini mencerminkan dinamika keputusan yang terus disesuaikan dengan intensitas abu dan kondisi cuaca.

Penutupan bandara berdampak signifikan pada jutaan penumpang yang telah merencanakan perjalanan domestik maupun internasional. Maskapai penerbangan mengumumkan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau penawaran voucher bagi penumpang yang terdampak. Selain itu, sektor logistik dan bisnis yang mengandalkan transportasi udara mengalami penundaan pengiriman barang.

Dalam pernyataan resmi yang diposting pada akun media sosial Otoritas Bandar Udara, Sebagaimana dikutip dari kumparan.com:

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan,”

Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Kelas Utama Soekarno‑Hatta — kumparan.com

Pemerintah daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Anak Krakatau. Jika abu vulkanik berkurang dan visibilitas kembali aman, otoritas berencana membuka kembali bandara secara bertahap, dimulai dari bandara yang paling ringan dampaknya.

Sementara itu, penumpang disarankan untuk memanfaatkan kanal resmi maskapai, aplikasi pelacakan penerbangan, serta informasi terbaru dari Otoritas Bandar Udara. Keputusan penutupan atau pembukaan kembali dapat berubah sewaktu‑waktu, tergantung pada perkembangan erupsi dan evaluasi teknis.

Dengan pemantauan terus‑menerus dan koordinasi antar lembaga, diharapkan penerbangan dapat kembali normal dalam beberapa jam ke depan, sambil tetap menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat di tengah ancaman abu vulkanik.

Sumber rujukan: kumparan.com, news.detik.com, travel.kompas.com, economy.okezone.com, viva.co.id.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News