Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin: Fakta dan Penanganannya

Kadispenau Nyoman Suadnyana di Lanud Sultan Hasanuddin setelah insiden Sukhoi Su-30 MK2.
Kadispenau Nyoman Suadnyana di Lanud Sultan Hasanuddin setelah insiden Sukhoi Su-30 MK2.. Sumber foto: idntimes.com.

Jagat media sosial pada Senin (24/8/2026) dipenuhi dengan video dan postingan yang mengklaim pesawat tempur Sukhoi Su‑30 MK2 milik TNI Angkatan Udara (AU) tergelincir hingga keluar landasan pacu di Lanud Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Klaim tersebut memicu spekulasi luas tentang kemungkinan kecelakaan besar, kerusakan pada alutsista strategis, serta risiko bagi personel penerbangan.

Untuk memastikan kebenaran informasi, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, memberikan keterangan resmi pada Selasa (25/8/2026). Pernyataan tersebut menjadi dasar verifikasi fakta oleh tim redaksi IDN Times, yang kemudian menelusuri rangkaian test flight, penyebab teknis, serta langkah penanganan pasca insiden.

Insiden terjadi dalam rangkaian test flight pesawat Sukhoi Su‑30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat di hanggar Lanud Sultan Hasanuddin. Pada tahap simulasi take‑off, pilot melakukan akselerasi hingga kecepatan lepas landas, kemudian menguji sistem pengereman sebelum mengembalikan pesawat ke posisi parkir. Menurut keterangan resmi, pesawat berhasil meluncur, namun saat pengereman muncul gangguan yang menyebabkan pesawat meluncur melewati ujung landasan sejauh sekitar 30 meter.

"TNI Angkatan Udara menyampaikan bahwa telah terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat," ujar Nyoman Suadnyana dalam keterangannya.

Menanggapi spekulasi media sosial, Kadispenau memberikan pernyataan resmi tentang kejadian.

“TNI Angkatan Udara menyampaikan bahwa telah terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat,”

Nyoman Suadnyana — idntimes.com

Kendala teknis pengereman dan respons TNI AU

Nyoman menjelaskan bahwa penyebab utama adalah kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal. Sistem hidrolik dan elektro‑pneumatik yang mengendalikan roda pendaratan mengalami penurunan tekanan, sehingga daya cengkeram rem berkurang pada saat dibutuhkan. Kondisi ini membuat pesawat tidak dapat menghentikan laju dalam jarak yang direncanakan, mengakibatkan keluarnya pesawat dari batas akhir landasan.

"Dalam rangkaian test flight tersebut, pesawat melaksanakan tahapan pemeriksaan simulasi take off di landasan. Saat melaksanakan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal, yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan," tegas Nyoman.

Penjelasan teknis mengenai penyebab pesawat meluncur melewati ujung landasan.

“Dalam rangkaian test flight tersebut, pesawat melaksanakan tahapan pemeriksaan simulasi take off di landasan. Saat melaksanakan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal, yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan,”

Nyoman Suadnyana — idntimes.com

Meskipun terjadi gliding, tidak ada korban jiwa maupun cedera pada awak pesawat. Seluruh tiga anggota kru berhasil menyelesaikan prosedur evakuasi dengan selamat dan segera dievakuasi ke area aman di sekitar apron. Setelah insiden, tim teknisi segera menurunkan pesawat ke hanggar perawatan untuk pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman, serta komponen terkait lainnya.

"Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan tes berikutnya," tambah Nyoman, menegaskan bahwa tidak ada kerusakan struktural signifikan yang terdeteksi pada badan pesawat.

Keterangan akhir tentang keselamatan kru dan langkah selanjutnya.

“Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan tes berikutnya,”

Nyoman Suadnyana — idntimes.com

Kejadian Sukhoi Su‑30 MK2 di Lanud Sultan Hasanuddin menunjukkan pentingnya prosedur uji coba pasca‑overhaul serta kesiapan tim teknis dalam menanggapi gangguan kritis. Meskipun insiden tidak menimbulkan korban atau kerusakan besar, laporan resmi menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung untuk memastikan kembali keandalan sistem pengereman sebelum pesawat kembali beroperasi. Bagi publik, fakta yang terkonfirmasi ini menjadi acuan untuk menilai kembali informasi yang beredar di media sosial, sekaligus menekankan transparansi TNI AU dalam mengelola alutsista strategis negara.

Pemerintah dan TNI Angkatan Udara diharapkan terus memperkuat mekanisme inspeksi dan pemeliharaan, serta meningkatkan komunikasi terbuka dengan masyarakat guna mencegah penyebaran rumor yang dapat menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di masa mendatang.

Sumber rujukan: idntimes.com, www.idntimes.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News