Real Betis menutup laga pramusim ketujuh mereka dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Bournemouth di Stadion La Cartuja, Sevilla. Pertandingan ini menjadi ajang penting bagi pelatih Manuel Pellegrini untuk menguji kedalaman skuad serta mematangkan taktik sebelum kompetisi resmi dimulai. Dalam laga yang berlangsung di tengah cuaca panas tersebut, Pellegrini memberikan kepercayaan kepada Fidalgo di posisi gelandang serang setelah performa gemilangnya di Piala Dunia bersama Meksiko, sementara Deossa tetap menjadi tumpuan di lini depan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Betis tampil dengan intensitas tinggi. Deossa menjadi kreator peluang pertama melalui umpan kepada Morante yang berujung pada sepak pojok. Peluang tersebut disambut sundulan Llorente, yang menjadi tembakan tepat sasaran pertama bagi tim tuan rumah. Di sisi lain, Antony menunjukkan performa impresif di babak pertama dengan kecepatan dan kemampuan dribelnya. Ia sempat memberikan umpan matang ke ruang kosong kepada Ángel Ortiz, meski eksekusi akhirnya belum membuahkan gol. Secara defensif, Betis tampil cukup solid dengan Valentín Gómez yang menunjukkan ketangguhan dalam menjaga lini belakang.
Namun, babak pertama diwarnai insiden yang mengubah jalannya pertandingan. Antony, yang sempat mencoba melakukan tembakan melengkung dengan kaki kirinya, terlibat dalam keributan besar setelah pelanggaran keras Diakité terhadap Deossa. Insiden tersebut memicu reaksi berantai yang melibatkan banyak pemain di lapangan. Wasit Orellana Cid akhirnya mengambil keputusan tegas dengan memberikan kartu merah langsung kepada Antony dan pemain Bournemouth, Scott. Keputusan wasit ini memicu ketidakpuasan penonton di La Cartuja yang menyoraki sang pengadil saat jeda babak pertama. Sebelum insiden tersebut, Bournemouth sempat unggul 0-1 lewat gol Tavernier yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Betis.
Memasuki babak kedua, Pellegrini melakukan perombakan taktis dengan memasukkan Isco, Pablo Fornals, Cucho Hernández, dan Gnangoro Bouaré. Bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama membuat tantangan fisik bagi kedua tim semakin berat. Meski begitu, Betis tetap menunjukkan determinasi tinggi untuk mengejar ketertinggalan. Usaha tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-57 ketika upaya Isco membentur tiang gawang, dan bola muntah langsung disambar oleh Cucho Hernández untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Bournemouth sempat kembali unggul, namun Betis terus menekan melalui pergerakan sayap yang diperkuat oleh masuknya Bellerín dan Fran García. Upaya keras tim asuhan Pellegrini akhirnya membuahkan hasil pada sepuluh menit terakhir. Pablo Fornals mencetak gol penyeimbang melalui aksi yang cukup beruntung, sekaligus menutup laga dengan skor akhir 2-2. Secara keseluruhan, pertandingan ini memberikan evaluasi berharga bagi Real Betis terkait ketahanan fisik dan mentalitas pemain. Meskipun insiden kartu merah menjadi catatan negatif, kemampuan tim untuk mencetak dua gol dalam kondisi kekurangan pemain menunjukkan perkembangan positif dalam skema permainan yang dibangun oleh Manuel Pellegrini menjelang musim kompetisi yang baru.
Mengutip Noticias Caracol, “¡CUCHO HERNÁNDEEEEEZ! 😮💨⚽✅ El '9' del Betis aprovecha el rebote proveniente de Isco Alarcón para poner paridad en el marcador #AquiPasa pic.twitter.com/2b4exfbIpk — Claro Sports (@ClaroSports) August 8, 2026”