Al Ittihad Rombak Formasi Hadapi Al Hazm di Liga Roshn Saudi

Jens Wissing memberikan arahan taktikal kepada pemain Al Ittihad saat persiapan pertandingan Liga Roshn Saudi.
Jens Wissing memberikan arahan taktikal kepada pemain Al Ittihad saat persiapan pertandingan Liga Roshn Saudi.. Sumber foto: lh3.googleusercontent.com.

Al Ittihad kembali menunjukkan dinamika taktis di bawah arahan pelatih asal Jerman, Jens Wissing, menjelang laga krusial dalam pekan ketiga Liga Roshn Saudi. Tim yang dikenal dengan julukan Al Ameed ini bersiap menghadapi Al Hazm pada Senin malam dengan membawa semangat baru setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Al Qadisiyah pada pekan sebelumnya.

Dalam upaya memperkuat performa tim, Wissing memutuskan melakukan penyegaran signifikan pada susunan pemain utama. Perubahan ini menjadi sorotan utama mengingat transisi taktis yang diterapkan sang pelatih untuk memaksimalkan potensi skuad dalam menghadapi tantangan berat di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Arab Saudi.

Pada pertandingan sebelumnya, Al Ittihad tampil dengan skema 4-4-2 yang mengandalkan duet penyerang Youssef En-Nesyri dan Georges Eleninho. Namun, untuk laga melawan Al Hazm, Wissing memilih beralih ke formasi 4-2-3-1 guna menciptakan keseimbangan yang lebih baik di lini tengah maupun sektor serang.

Perubahan formasi ini membawa dampak langsung pada susunan pemain yang diturunkan sejak menit pertama. Lini tengah kini dipercayakan kepada Houssem Aouar dan pendatang baru Mukhtar Ali. Kehadiran Mukhtar Ali sebagai starter menjadi debut penting baginya untuk membuktikan kontribusinya bagi tim sejak didatangkan.

Strategi Baru Wissing

Di lini depan, Wissing melakukan keputusan strategis dengan menempatkan Youssef En-Nesyri sebagai penyerang tunggal. Keputusan ini mengharuskan Georges Eleninho keluar dari sebelas pemain utama, sebuah langkah yang menegaskan keberanian pelatih dalam merotasi personel demi kebutuhan taktikal.

Untuk mendukung mobilitas di belakang penyerang utama, trio gelandang serang diturunkan, yakni Marwan Al Sahafi, Ahmed Al Ghamdi, dan pemain asal Belanda, Steven Bergwijn. Sementara di lini pertahanan, formasi tetap solid dengan mengandalkan Rajkovic di bawah mistar gawang, dikawal oleh kuartet bek Carlo Simic, Hassan Kadesh, Danilo Pereira, dan Fares Abdi.

Transformasi ini diharapkan mampu memberikan dimensi baru bagi serangan Al Ittihad. Penyesuaian skema dari 4-4-2 ke 4-2-3-1 menunjukkan fleksibilitas Wissing dalam mengelola materi pemain yang ada, terutama setelah Deon Loppy dipastikan absen akibat kartu merah yang diterima pada laga sebelumnya.

Pertandingan pekan ketiga ini menjadi ujian bagi efektivitas gaya permainan baru yang diusung Wissing. Al Ittihad berusaha mempertahankan tren positif mereka di awal musim kompetisi, dengan harapan perubahan susunan pemain ini mampu memberikan dominasi lebih besar di lapangan selama 90 menit pertandingan berlangsung.

Laga melawan Al Hazm menjadi pembuktian bagi konsistensi strategi yang diterapkan oleh manajemen teknis Al Ittihad. Dengan susunan pemain yang lebih variatif, publik kini menantikan bagaimana skema 4-2-3-1 ini akan diterjemahkan oleh para pemain di lapangan untuk mengamankan tiga poin penuh di Liga Roshn Saudi musim ini.

Sumber rujukan: goal.com, www.goal.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News