
SatuIndonesia.eu.org - Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (3/9/2026) dibuka dengan sentimen positif yang membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang paruh pertama hari. Hingga akhir sesi I, indeks domestik tercatat mencatatkan penguatan yang signifikan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat 67,79 poin atau sekitar 1,02 persen ke posisi 6.663,56. Reli penguatan ini dibarengi dengan aktivitas perdagangan yang cukup ramai di pasar modal Indonesia.
Aktivitas transaksi pada sesi pertama ini mencapai nilai Rp 9,96 triliun dengan volume perdagangan yang mencatatkan 23,56 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi investor selama setengah hari perdagangan pun terpantau padat, yakni mencapai 1,45 juta kali sepanjang sesi berlangsung.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam hingga masuk dalam daftar top gainers. Saham Griptha Putra Persada (GRPH) dan Guna Timur Raya (TRUK) memimpin daftar dengan kenaikan masing-masing 25 persen. Emiten lain yang turut menguat signifikan adalah Pakuan (UANG) dengan kenaikan 24,90 persen serta Charnic Capital (NICK) yang menguat 24,81 persen.
Dinamika Pasar dan Perbandingan Regional
Di sisi lain, terdapat pula emiten yang harus mengalami tekanan jual cukup dalam, yakni Bekasi Asri Pemula (BAPA) yang melemah 12,74 persen serta Global Digital Niaga (BELI) dengan penurunan 11,33 persen. Dominasi nilai transaksi harian masih dipegang oleh saham-saham besar seperti Bumi Resources (BUMI) dengan nilai Rp 634,87 miliar serta Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) sebesar Rp 596,40 miliar.
Penguatan IHSG ini selaras dengan tren positif yang terjadi di sejumlah bursa saham Asia pada waktu yang sama. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik 0,22 persen, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,31 persen. Tidak ketinggalan, indeks SSE Composite di China juga bergerak menguat 0,53 persen dan Straits Times di Singapura naik 0,61 persen.
Pergerakan IHSG pada awal September ini menunjukkan optimisme pelaku pasar yang cukup kuat di tengah dinamika ekonomi regional. Keberhasilan indeks mempertahankan level 6.663 pada sesi I memberikan gambaran stabilitas perdagangan menjelang penutupan pasar di sesi berikutnya.
Sumber rujukan: kumparan.com, pasardana.id, disway.id, money.kompas.com.