Rusia Beri Peringatan Keras Terkait Ketegangan di Transnistria

Viceministro de Asuntos Exteriores Rusia, Mikhail Galuzin, memberikan pernyataan terkait situasi di Transnistria.
Ilustrasi dibuat dengan Cloudflare Workers AI.

Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan tegas terkait situasi keamanan di wilayah separatis Transnistria, Moldova. Moskow menyatakan akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi warga Rusia di kawasan tersebut jika terjadi provokasi bersenjata.

Viceministro de Asuntos Exteriores Rusia, Mikhail Galuzin, dalam keterangannya kepada kantor berita TASS pada 10 Agustus, menegaskan bahwa Rusia memandang risiko provokasi dari pihak Kiev maupun Chisinau sebagai ancaman nyata. Galuzin menyatakan, “Para garantizar la protección fiable de los rusos en Transnistria, la Fuerza Operativa rusa y nuestras fuerzas de mantenimiento de la paz utilizarán sin duda todas las medidas disponibles.” Ia menambahkan bahwa pemerintah Rusia saat ini “preparado para cualquier eventualidad” dalam merespons perkembangan di lapangan.

Pernyataan ini muncul menyusul insiden jatuhnya benda yang diduga sebagai drone di desa Crocmaz, distrik Stefan Voda, Moldova, pada 9 Agustus. Pihak kepolisian Moldova melalui analisis awal menyebutkan bahwa objek tersebut kemungkinan merupakan “vehículo aéreo no tripulado con capacidad para lanzar misiles.”

Presiden Moldova, Maia Sandu, secara terbuka mengecam insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa itu sebagai “violación del espacio aéreo” dan menegaskan bahwa kejadian ini merupakan “consecuencia directa del conflicto de Rusia.” Sandu memperingatkan bahwa risiko bagi keselamatan warga di wilayah tersebut “es real y va en aumento.”

Sebagai langkah diplomatik, Kementerian Luar Negeri Moldova telah memanggil duta besar mereka di Moskow untuk melakukan konsultasi. Sementara itu, otoritas Moldova terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan asal-usul dan jenis pesawat tanpa awak yang melanggar kedaulatan wilayah mereka tersebut.

Di sisi lain, dalam forum internasional, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyoroti laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia di tengah konflik yang berlangsung. Laporan tersebut mencakup tuduhan mengenai penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tawanan perang, yang menambah kompleksitas situasi geopolitik di kawasan Eropa Timur saat ini.

Ruang Publik

Komentar Pembaca

Sampaikan pandangan secara santun, relevan, dan bertanggung jawab.

Memuat ruang diskusi…
Previous Post Next Post