Keluarga dari para pelaut dan Marinir melayangkan protes keras kepada pimpinan Angkatan Laut Amerika Serikat terkait kondisi memprihatinkan di atas kapal induk USS Lincoln. Masalah yang diangkat meliputi kesehatan mental, kekurangan pasokan, hingga kontaminasi air selama misi operasi di wilayah konflik.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh ketegangan di San Diego, keluarga para personel menantang penanggung jawab terkait mengenai kesejahteraan anggota keluarga mereka. Hal ini terjadi di tengah misi tempur USS Lincoln yang terus berlanjut tanpa kepastian tanggal kepulangan.
Keluhan Terkait Logistik dan Kesehatan Mental
Para anggota keluarga mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan dan kesejahteraan orang-orang tercinta mereka. Beberapa isu krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut antara lain adalah masalah kesehatan mental, keselamatan di dek kapal, kekurangan pasokan makanan, hingga gangguan pada sistem pengiriman surat yang menyebabkan paket bantuan hilang selama berbulan-bulan.
Selain itu, masalah kontaminasi air di atas kapal juga menjadi poin utama yang memicu kemarahan para keluarga. Ketidakpastian mengenai kapan kapal tersebut akan kembali ke pangkalan menjadi beban emosional bagi para pasangan dan orang tua yang menunggu di rumah.
Salah satu pasangan pelaut mengungkapkan rasa frustrasinya terkait ketidakpastian waktu kepulangan. “My husband has gotten no time with her,” ujar salah satu anggota keluarga dalam pertemuan virtual tersebut, merujuk pada situasi di mana para personel tidak memiliki waktu untuk momen penting seperti kelahiran anak atau pemakaman kerabat dekat.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Laksamana Douglas Verissimo mengakui bahwa durasi penugasan yang panjang tampaknya menjadi hal yang semakin sering terjadi di Angkatan Laut. Namun, ia belum bisa memberikan kepastian mengenai jadwal kepulangan kapal.
“I wish we could give that to you,” jawab Verissimo menanggapi permintaan informasi jadwal kepulangan. “We are working to finalize that, and I can’t … I look forward to the day when we can have at least a date window for home port, and that means they’re heading in the right direction. But we don’t have that right now.”
Tanggapan Pimpinan Angkatan Laut
Meskipun situasi di lapangan dilaporkan sangat menantang, pimpinan militer tetap menekankan profesionalisme para personel. Acting Secretary of the Navy, Hung Cao, menyatakan bahwa Angkatan Laut sedang mempersiapkan kelompok tempur kapal induk lain, yakni USS Theodore Roosevelt, untuk dikerahkan ke Timur Tengah guna menggantikan peran USS Lincoln.
Namun, Cao tidak dapat merinci kapan pergantian tersebut akan dilakukan dengan alasan keamanan operasional. Di sisi lain, Wakil Laksamana Joseph Cahill memberikan apresiasi terhadap dedikasi para pelaut yang bertugas.
“I cannot even tell you how proud we are of them. They have executed with a level of precision and professionalism that just goes to the quality of our people that have chosen to put the cloth of our nation on our shoulder and answer this call,” ujar Cahill kepada para peserta pertemuan.
Hingga saat ini, ketegangan antara pihak keluarga dan otoritas militer masih berlanjut seiring dengan berlanjutnya misi operasional di wilayah tersebut.