Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Tewas

Kapal induk USS Abraham Lincoln milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang beroperasi di laut.
Sumber gambar: Kompas.com.

Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan hebat yang terjadi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden mematikan ini disebut-sebut dipicu oleh ketegangan internal serta kelelahan ekstrem para awak kapal akibat masa penugasan yang berkepanjangan di tengah operasi militer di Timur Tengah.

Laporan mengenai insiden tersebut mencuat setelah kantor berita Iran, Tasnim News Agency, mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa keributan pecah saat penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, berada di atas kapal. Kehadirannya bertujuan menanggapi keluhan para awak kapal yang semakin meningkat, menyusul protes dari pihak keluarga terkait durasi pengerahan kapal yang melampaui jadwal awal.

Menurut laporan tersebut, suasana di atas kapal berubah menjadi kacau ketika penasihat itu disambut dengan cemoohan dan lemparan botol air oleh para personel. Konfrontasi verbal tersebut kemudian memuncak menjadi perkelahian fisik yang melibatkan penggunaan senjata tajam seperti pisau. Hingga saat ini, pihak militer AS maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

USS Abraham Lincoln tercatat telah menjalani pengerahan selama 263 hari dan menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut, yang merupakan rekor masa pengerahan tanpa henti terlama bagi kapal induk AS di era modern. Kapal ini awalnya dijadwalkan selesai bertugas pada Mei, namun diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.

Kondisi moral para awak kapal dilaporkan berada pada titik terendah. Keluarga personel sebelumnya telah menyampaikan protes kepada pemerintah AS mengenai kondisi kehidupan yang buruk, termasuk kekurangan makanan, air bersih, hingga fasilitas kapal yang tidak layak. Seorang anggota keluarga, Annabelle Loma, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait kondisi psikologis suaminya yang sempat mencoba melompat ke laut karena kelelahan.

Situasi di atas kapal induk tersebut digambarkan sangat berbahaya oleh pihak keluarga. "Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan," ujar Snow, salah satu kerabat personel, kepada MS Now. Selain itu, laporan menyebutkan bahwa tim medis kapal sempat memberikan peringatan bahwa para personel membutuhkan waktu untuk berlabuh agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental yang lebih serius. Hingga saat ini, suasana di atas kapal induk yang tengah beroperasi di Samudra Hindia tersebut dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Post a Comment

Previous Post Next Post

News