Kebakaran Lahan di Plaju Darat
Kebakaran terjadi di lahan kosong sekitar tujuh hektare kawasan Plaju Darat, Palembang pada Jumat (23/10). Kebakaran tersebut berlangsung sejak pukul 19.00 WIB dan terus membesar dengan cepat hingga nyaris merembet ke permukiman warga setempat. [S1]
Pengerahan Tim Terpadu dan Pemadaman
Situasi darurat ini memicu pengerahan tim terpadu yang terdiri dari Direktorat Samapta Polda Sumsel, TNI, BPBD, serta petugas Damkar Kota Palembang ke lokasi kejadian. Kebakaran lahan tersebut baru berhasil dikendalikan jelang Sabtu (24/10) dini hari. [S1]
Pengerahan Armada dan Operasi Pemadaman
Untuk mencegah api merembet ke perumahan penduduk, lima unit armada pemadam kebakaran bersama kendaraan taktis milik Dit Samapta Polda Sumsel diturunkan guna memblokir jalur api. Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol Ridwan Raja Dewa memimpin langsung operasi pemadaman di garis depan. [S1]
Keterangan Pihak Berwenang
Kombes Pol Ridwan Raja Dewa menyatakan bahwa informasi awal menunjukkan api berada di pinggir jalan sejak pukul 7 malam. Ia memperkirakan luas lahan yang terbakar kurang lebih 7 hektare dan menyampaikan bahwa terdapat informasi dari warga mengenai dugaan kesengajaan yang masih didalami. [S1]
Kekhawatiran Warga Sekitar
Kondisi api yang sempat tidak terkendali memicu kepanikan warga. Nauval Saputra, salah seorang penduduk yang rumahnya berdekatan dengan titik api, mengaku waswas dan mendesak adanya tindakan tegas bagi para pemilik lahan kosong serta meminta pemerintah untuk menertibkannya. [S1]
Rencana Peraturan Daerah oleh Pemerintah Kota
Merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan yang mengintai area perumahan, Pemerintah Kota Palembang tengah menggodok Peraturan Daerah khusus. Aturan tersebut disiapkan untuk menertibkan pengelolaan lahan tidur atau tanah kosong terbengkalai. [S1]
Rujukan:
- [S1] Kebakaran Lahan 7 Hektare di Palembang, Nyaris Sambar Rumah Warga (2026-10-24)