
SatuIndonesia.eu.org - Jakarta - Perdagangan saham pada sesi pertama akhir pekan ini ditutup di zona merah setelah mengalami tekanan tipis dari sejumlah instrumen pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi ringan menjelang jeda siang.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada Jumat, laju indeks sempat bergerak di bawah level penutupan hari sebelumnya sebelum akhirnya parkir pada posisi yang lebih rendah dari pembukaan.
Berdasarkan data dari Stockbit, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Sesi I hari Jumat (4/9). Indeks parkir di level 6.660,79 setelah mengalami penurunan sebesar 7,1 poin atau -0,11 persen.
Aktivitas perdagangan pada sesi pertama ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,28 triliun dengan volume transaksi mencapai 21,91 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi yang terjadi di lantai bursa tercatat sebanyak 1,21 juta kali.
Di tengah pelemahan tipis yang dialami oleh indeks saham domestik, pergerakan nilai tukar rupiah justru menunjukkan tren yang berbeda. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp 17.644 per dolar AS.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan memimpin jajaran top gainers pada sesi pertama. Di antaranya adalah saham SURE (Super Energy) yang naik 650 poin atau 24,71 persen ke level 3.280, serta AKSI (Mineral Sumberdaya Mandiri) yang menguat 64 poin atau 24,62 persen ke posisi 324.
Selain itu, saham ABDA (Asuransi Bina Dana Arta) turut mencatatkan kenaikan 970 poin atau 24,31 persen ke level 4.960. Penguatan juga dialami oleh VRNA (Mizuho Leasing Indonesia) yang naik 17 poin atau 17,17 persen ke 116, serta UANG (Pakuan) yang bertambah 510 poin atau 15,89 persen ke 3.720.
Di sisi lain, tekanan jual menimpa beberapa saham yang masuk dalam jajaran top losers. Saham PTSP (Pioneerindo Gourmet International) memimpin pelemahan setelah turun 245 poin atau 14,98 persen ke level 1.390.
Koreksi tajam juga dialami oleh saham MDIA (Intermedia Capital) yang merosot 36 poin atau 14,29 persen ke 216, UDNG (Agro Bahari Nusantara) turun 105 poin atau 9,72 persen ke 975, LOPI (Logisticsplus International) melemah 5 poin atau 6,85 persen ke 68, serta YPAS (Yanaprima Hastapersada) yang terkoreksi 85 poin atau 5,52 persen ke level 1.455.
Bursa saham di kawasan regional Asia pada hari yang sama bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik 0,99 persen ke 64.858, Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 2,01 persen ke 25.727, Indeks SSE Composite di China naik 0,35 persen ke 3.955,85, dan Indeks Straits Times di Singapura bertambah 1,11 persen ke 5.811,97.
Pergerakan pasar saham domestik pada sesi pertama ini merefleksikan dinamika yang terjadi di tengah variasi kinerja sektor emiten. Para pelaku pasar kini menantikan kelanjutan sentimen perdagangan pada sesi kedua untuk melihat arah tren mingguan selanjutnya.
Sumber rujukan: kumparan.com, pasardana.id, beritasatu.com, idxchannel.com, investasi.kontan.co.id.