Strategi Petrosea (PTRO) Lepas Aset KMS demi Fokus Bisnis Utama

Gedung kantor PT Petrosea Tbk yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan konstruksi.
Sumber gambar: kontan.co.id.

PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan penjelasan resmi terkait langkah korporasi mereka dalam melakukan divestasi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) serta penyertaan modal pada PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Langkah ini ditegaskan sebagai keputusan strategis untuk memperkuat fokus bisnis utama perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (10/8/2026), manajemen Petrosea menyatakan bahwa divestasi sebesar 99,995% saham KMS dilakukan agar perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada segmen jasa pertambangan, rekayasa dan konstruksi, EPCI migas lepas pantai, serta logistik dan kegiatan pendukung terintegrasi. Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, menegaskan perubahan status kepemilikan tersebut.

“Dengan divestasi tersebut, Petrosea tidak lagi mengendalikan KMS serta tidak memiliki kepemilikan langsung atas perusahaan tersebut,” ujar Anto dalam keterangannya.

Bersamaan dengan divestasi tersebut, Petrosea juga mengambil bagian dalam Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) SINI dengan nilai penyertaan modal mencapai Rp 1,19 triliun. Aksi ini menjadikan Petrosea memiliki sekitar 19,88% saham di SINI. Perusahaan menekankan bahwa langkah ini murni merupakan keputusan investasi portofolio.

“Penyertaan modal di SINI merupakan keputusan investasi portofolio dan tidak ditujukan untuk mengendalikan atau mengkonsolidasi laporan keuangan SINI,” tambah Anto.

Petrosea menilai bahwa keterlibatan di SINI dapat memberikan diversifikasi bisnis dan manajemen risiko yang lebih baik tanpa mengganggu operasional inti. Dari sisi finansial, investasi ini diharapkan mampu membuka peluang peningkatan nilai serta imbal hasil di masa depan. Selain itu, langkah ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola portofolio investasi sesuai dengan dinamika pasar.

Terkait skema pembayaran transaksi penjualan KMS, Petrosea mengonfirmasi bahwa total nilai transaksi telah disepakati melalui dua jalur pembayaran. Salah satu komponen utama, yakni pembayaran tunai sebesar Rp 1,512 triliun, telah diselesaikan oleh SINI pada 24 Juli 2026.

Secara kinerja keuangan, Petrosea mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I-2026. Total pendapatan perusahaan mencapai US$ 284,13 juta, meningkat 84,2% secara tahunan (year on year). Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat naik 50,5% secara tahunan menjadi US$ 1,38 juta.

Ruang Publik

Komentar Pembaca

Sampaikan pandangan secara santun, relevan, dan bertanggung jawab.

Memuat ruang diskusi…
Previous Post Next Post