Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada awal pekan di zona merah, tertekan aksi koreksi yang terjadi serentak di bursa pasar modal kawasan Asia.
Berdasarkan data perdagangan Stockbit pada Senin (24/8/2026), indeks domestik ini melemah sebesar 24,02 poin atau 0,37 persen hingga parkir di level 6.501,67.
Tekanan ini juga memicu pelemahan pada indeks saham unggulan LQ45 yang mencatatkan penurunan 0,41 persen ke posisi 641,95. Aktivitas transaksi di bursa saham Indonesia mencatatkan total nilai perdagangan mencapai Rp14,01 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 35,54 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi sepanjang hari tersebut tercatat mencapai 2,18 juta kali.
Di tengah koreksi indeks utama, sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk ke dalam jajaran top gainers. Saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) memimpin penguatan dengan melonjak 47 poin atau 34,31 persen ke posisi 184, disusul PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) yang naik 65 poin atau 34,03 persen ke level 256. Penguatan juga dialami PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang melambung 98 poin atau 24,87 persen ke level 492, PT Ekadharma International Tbk (EKAD) terangkat 76 poin atau 24,52 persen ke posisi 386, serta PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) menguat 21 poin atau 24,42 persen ke level 107.
Sebaliknya, jajaran saham yang terkoreksi paling tajam atau top losers dipimpin oleh PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang merosot 13 poin atau 9,92 persen ke level 118, dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang turun 13 poin atau 9,63 persen ke posisi 122. Penurunan signifikan juga dicatatkan oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang terpangkas 1.125 poin atau 8,57 persen ke level 12.000, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) tergerus 8 poin atau 8,33 persen ke level 88, serta PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang menyusut 280 poin atau 8,07 persen ke posisi 3.190.
Pergerakan Nilai Transaksi dan Pasar Regional
Dari sisi nilai transaksi tertinggi atau top value, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendominasi perdagangan dengan perputaran dana sebesar Rp663,02 miliar. Posisi ini diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp608,15 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp519,12 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp513,78 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan transaksi sebesar Rp479,32 miliar.
Sementara itu, saham BUMI juga menempati posisi teratas saham teraktif berdasarkan volume perdagangan dengan total mencapai 33,70 juta lembar saham. Saham teraktif selanjutnya ditempati oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) sebanyak 24,24 juta lembar, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sebanyak 13,25 juta lembar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 12,24 juta lembar, dan PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) sebanyak 10,32 juta lembar saham.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut mengalami penekanan terhadap mata uang utama dunia. Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 27 poin atau terkoreksi 0,15 persen sehingga berada pada posisi Rp17.721 per dolar AS.
Penurunan IHSG selaras dengan dinamika pasar ekuitas regional Asia yang secara kompak ditutup di zona merah pada sore hari tersebut. Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatatkan penurunan terdalam dengan merosot 2,04 persen ke level 25.486, diikuti indeks Nikkei 225 di Jepang yang turun 0,69 persen ke posisi 65.560.
Pelemahan serempak di bursa Asia ini juga terlihat dari indeks SSE Composite di China yang tergerus 0,59 persen ke level 3.882,01, serta indeks Straits Times di Singapura yang menipis 0,16 persen ke level 5.680,03, mencerminkan kehati-hatian investor regional dalam mengarungi dinamika pasar saham saat ini.
Sumber rujukan: kumparan.com.