Ball Scratch Simulator: Game Indie Absurd yang Tantang Penggarukan Diam-Diam di Tempat Umum

Ilustrasi Ball Scratch Simulator, game indie dengan konsep menggaruk tanpa ketahuan orang di tempat umum.
Ilustrasi dibuat dengan Cloudflare Workers AI.

Jakarta, 11 Agustus 2026 — Dunia game indie kembali menyajikan sesuatu yang tak terduga. Ball Scratch Simulator, sebuah game yang dikembangkan oleh 10ft Games, segera hadir di Steam pada 21 Agustus 2026, dan sudah mulai ramai dibicarakan di kalangan penggemar game absur.

Berbeda dengan kebanyakan game yang menekankan pada aksi atau petualangan, Ball Scratch Simulator mengangkat konsep yang cukup sensitif namun disajikan dengan nada humor. Tujuannya sederhana: pemain harus mencari cara untuk menggaruk area selangkangan tanpa diketahui orang di sekitarnya. Namun, hal ini bukan sekadar soal gerakan sederhana. Game ini menggabungkan elemen stealth dengan situasi yang sengaja dibuat mengganggu, seperti sedang duduk di kelas, menjalani wawancara kerja, atau bahkan berada di tengah keramaian.

Seperti namanya, game ini menjadikan aktivitas menggaruk area selangkangan sebagai bagian utama gameplay. Namun, bukan berarti pemain hanya perlu melakukan satu hal tersebut berulang kali. Masalah sebenarnya justru muncul ketika rasa gatal datang di tempat dan waktu yang salah. Bayangkan sedang duduk di kelas, menjalani wawancara kerja, atau berdiri di tengah keramaian. Semuanya berjalan normal sampai tiba-tiba muncul rasa gatal yang cukup mengganggu. Dalam kehidupan nyata, mungkin solusi paling aman adalah pergi ke toilet atau mencari tempat yang lebih sepi. Namun, di Ball Scratch Simulator, pemain justru dituntur untuk mencari cara agar bisa mengatasi rasa gatal tersebut tanpa ketahuan orang di sekitar.

Pic.twitter.com/xMenU56qZY — Kaeru 🎮 (@MemeCryptoFR) Agustus 6, 2026

“Untung nggak ada yang lihat.”

Konsep utama Ball Scratch Simulator sebenarnya cukup mudah dipahami. Karakter utama akan berada di berbagai tempat dengan kondisi yang membuatnya tidak bisa sembarangan melakukan gerakan. Tantangannya adalah mencari momen yang tepat untuk menggaruk tanpa menarik perhatian orang-orang di sekitar. Kedengarannya sederhana, tetapi situasinya bisa menjadi jauh lebih rumit ketika karakter utama berada di tempat ramai. Pemain harus memperhatikan lingkungan sebelum mengambil tindakan. Jika ada seseorang yang sedang melihat ke arah karakter, mungkin lebih baik menunggu beberapa saat. Di sinilah game tersebut mencoba menciptakan tekanan. Pemain harus mempertimbangkan kapan harus bergerak, bagaimana posisi karakter, dan apakah ada orang yang berpotensi menyadari apa yang sedang dilakukan.

Meskipun premisnya sangat sederhana, developer tampaknya sengaja membangun berbagai situasi yang membuat pemain merasa malu, panik, sekaligus tertawa melihat kondisi karakter utama. Menariknya, Ball Scratch Simulator ternyata tidak berhenti sebagai game meme sederhana. Ada beberapa fitur yang membuatnya terasa seperti game utuh, termasuk berbagai lokasi, achievement, hadiah, hingga dukungan virtual reality.

Game ini dilengkapi dengan enam lokasi berbeda, sistem pencapaian, hingga dukungan virtual reality. Beberapa pemain yang sudah mencobanya menggambarkan momannya sebagai “mengagumkan” dan “membuat tertawa sekaligus merinding”. Dengan pendekatan humor yang cringe, Ball Scratch Simulator justru berhasil menarik perhatian luas, terutama di kalangan penggemar game indie yang mencari sesuatu yang berbeda dari rutinitas.

Bagi yang ingin merasakan sensasi unik ini, Ball Scratch Simulator akan segera tersedia di Steam pada 21 Agustus 2026.

Post a Comment

Previous Post Next Post

News