Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang digelar di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pidato ini menjadi momentum penting dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana Presiden memaparkan sejumlah capaian strategis selama satu tahun masa kepemimpinannya.
Berbagai daerah di Indonesia, termasuk jajaran pemerintah daerah dan DPRD, turut menyaksikan jalannya pidato tersebut. Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti rangkaian sidang secara virtual dari Gedung Sidang Paripurna DPRD Sumut. Fokus utama dalam pemaparan Presiden mencakup sektor ketahanan pangan, energi, hingga penguatan ekonomi akar rumput.
Presiden Prabowo menekankan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait krisis pangan dan cuaca ekstrem. Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan untuk delapan komoditas utama, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
"Target swasembada pangan yang awalnya diproyeksikan tercapai dalam kurun waktu empat tahun, nyatanya berhasil diwujudkan dalam waktu satu tahun saja di tengah bayang-bayang krisis pangan global dan tantangan cuaca ekstrem," ungkap Prabowo Subianto.
Di sektor pertanian, pemerintah melaporkan telah memangkas 145 aturan yang dinilai menghambat penyaluran pupuk. Langkah ini diklaim berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen sekaligus meningkatkan ketersediaannya bagi para petani. Sementara itu, untuk komoditas daging sapi dan kerbau, pemerintah menargetkan swasembada dapat tuntas dalam lima hingga enam tahun ke depan.
Terkait sektor energi, pemerintah menyatakan telah merealisasikan swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit. Kebijakan ini disebut telah menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026, yang berkontribusi pada penghematan devisa negara hingga Rp170 triliun atau setara US$9,5 miliar.
Dalam upaya memperkuat ekonomi domestik, pemerintah telah mendirikan 10.000 unit Koperasi Desa Merah Putih, dengan 3.300 di antaranya telah beroperasi optimal. Presiden juga menyinggung kebijakan restrukturisasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menutup 290 perusahaan yang dinilai tidak produktif. Selain itu, terdapat penyesuaian bagi hasil bagi pengemudi ojek online (ojol) dengan meningkatkan porsi pendapatan pengemudi menjadi 92 persen.
Presiden Prabowo juga memaparkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global. "Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026, investasi menembus angka Rp1.010 triliun dengan penciptaan 1,4 juta lapangan kerja baru," jelasnya.
Penyampaian pidato ini menjadi bagian dari agenda nasional yang disimak oleh berbagai instansi di seluruh Indonesia, termasuk pemerintah kabupaten dan kota, sebagai bentuk transparansi mengenai arah kebijakan dan capaian pemerintah selama satu tahun terakhir.