Kementerian Koordinator Bidang Pendidikan diusulkan sebagai solusi untuk mengintegrasikan pendidikan umum dan agama. Proposal ini diumumkan oleh Prof. Dr. Suaidi Asyari MA, Ph.D., seorang guru besar dalam bidang Pemikiran Politik Islam. Ia menekankan bahwa integrasi ini bertujuan untuk mengurangi dualisme yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Sebagai penanggulangannya, Prof. Suaidi mengajukan pembentukan kementerian yang akan mengkoordinasikan Kementerian Pendidikan Umum dan Kementerian Pendidikan Agama Islam. Ide ini muncul dari pengalaman akademiknya, termasuk penelitian tentang transintegrasi ilmu pengetahuan dan dualisme dalam pendidikan Islam. Ia menekankan bahwa proses ini memerlukan waktu dan komitmen yang panjang, seperti yang telah dialami dalam pengembangan Fakultas Kedokteran UIN STS Jambi.
Proposal ini tidak hanya berfokus pada pendekatan akademik, tetapi juga praktis. Kementerian yang propusih diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama antara kementerian pendidikan umum dan agama, sehingga siswa dapat mendapatkan pendidikan yang seimbang. Hal ini dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan seimbang dalam pengembangan manusia, terutama dalam konteks nilai-nilai agama yang mendidik.
Prof. Suaidi juga menyebut bahwa penelitiannya menunjukkan bahwa dualisme dalam pendidikan, terutama di Indonesia, masih menjadi penghalang. Ia mengutip bahwa pembentukan kementerian ini harus dilakukan dengan cepat agar tidak mengalami penundaan seperti yang terjadi pada pengembangan UIN. Namun, ia tetap optimis bahwa proses ini dapat berjalan dengan baik jika ada dukungan dari pemerintah dan akademisi.