Rahasia Trump Kabur dari Turki: Sembunyi di Truk Katering

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan kunjungan resmi di Turki.
Sumber gambar: kaltim.tribunnews.com.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan operasi evakuasi rahasia saat meninggalkan Turki bulan lalu. Langkah luar biasa ini diambil setelah Dinas Rahasia AS atau Secret Service mendeteksi adanya ancaman kredibel terkait potensi serangan rudal panggul terhadap pesawat kepresidenan Air Force One.

Menurut informasi yang dihimpun, ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, pihak intelijen menilai bahwa pesawat kepresidenan dapat menjadi target serangan Man-Portable Air Defense Systems (MANPADS), sebuah sistem rudal ringan yang mampu ditembakkan oleh satu orang prajurit.

Untuk menghindari deteksi, Secret Service menyusun rencana evakuasi mendadak. Trump dan sejumlah ajudan terdekatnya dilaporkan menggunakan truk katering untuk berpindah dari Air Force One menuju pesawat militer C-32A yang lebih kecil dan tidak mencolok. Sementara itu, Air Force One tetap berangkat secara terpisah membawa staf Gedung Putih, pejabat senior, dan rombongan pers guna mengelabui pihak yang memantau pergerakan mereka.

Menanggapi laporan yang beredar luas mengenai taktik pelarian tersebut, Trump menegaskan bahwa dirinya sepenuhnya mengikuti arahan dari tim pengamanan. Ia mengakui bahwa operasi tersebut dilakukan demi keselamatan di tengah situasi yang dianggap berisiko tinggi.

“Ya, itu sepenuhnya keputusan Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang ingin mereka lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer,” ujar Trump kepada wartawan pada Selasa (11/8).

Trump juga menambahkan bahwa ia tidak banyak bertanya mengenai detail ancaman tersebut karena sering menerima laporan serupa. Meski demikian, ia sempat melontarkan pandangan pribadi mengenai pesawat yang ia gunakan untuk meninggalkan lokasi.

“Menurut saya, pesawat yang saya tumpangi justru memiliki risiko lebih besar. Menurut saya, risikonya lebih besar karena pesawat itulah yang kemungkinan besar akan mereka incar,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa ia percaya pada prosedur keamanan yang dijalankan. “Sepertinya memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal hal itu. Saya sering menerima banyak ancaman,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak berwenang AS belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal intelijen tersebut. Operasi ini menjadi sorotan publik internasional, terutama setelah muncul berbagai spekulasi dan meme di media sosial terkait cara Trump meninggalkan bandara di Turki.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News