Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Terkini, sebanyak 120 warga yang terdampak gempa di Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menerima manfaat dari program bakti kesehatan yang diselenggarakan oleh institusi kepolisian tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pendampingan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Selain Pusdokkes Polri, dukungan pelayanan kesehatan di wilayah Reo juga diperkuat dengan kehadiran posko kesehatan gratis yang dibuka oleh pihak Pertamina untuk membantu para pengungsi.
Karumkit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Nariyana, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata kehadiran negara melalui kepolisian. "Polri hadir sebagai wujud nyata di tengah masyarakat memberikan bakti kesehatan, dengan slogan Bakti Untuk Masyarakat," ujar Nariyana.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup dukungan jangka panjang bagi pemulihan kesehatan masyarakat. "Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana tidak hanya membutuhkan kesiapsiagaan ketika bencana terjadi, tetapi juga pendampingan dan dukungan dalam proses pemulihan jangka panjang," tambahnya.
Sebelumnya, rangkaian bakti kesehatan serupa juga telah dilaksanakan secara masif di berbagai daerah, termasuk di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Di Palu, kegiatan tersebut menyasar 1.300 penerima manfaat dengan menyediakan delapan jenis layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, gigi, THT, hingga layanan keluarga berencana dan operasi celah bibir. Polri menegaskan bahwa program bakti kesehatan ini akan terus berlanjut ke berbagai provinsi lainnya di Indonesia sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.