Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) secara resmi memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui penyelenggaraan pameran wisata medis bertajuk Malaysia Healthcare Expo (MHX) 2026. Acara ini berlangsung di Grand Atrium, Pakuwon Mall Yogyakarta, mulai 20 hingga 23 Agustus 2026.
Pameran ini merupakan bagian dari kampanye Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026 yang mengusung tema Healing Meets Hospitality. Head of Indonesia Market MHTC, Rahmatullah Baragau, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan ekosistem layanan kesehatan Malaysia kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
“MHX Yogyakarta 2026 memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi utama wisata medis dengan menggabungkan keahlian medis kelas dunia, pelayanan yang penuh empati, serta pengalaman layanan kesehatan yang terintegrasi dan menyeluruh,” ujar Rahmatullah saat pembukaan acara di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pameran didasarkan pada potensi pasar yang strategis. Menurut Rahmatullah, masyarakat Yogyakarta memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan serta permintaan yang meningkat terhadap layanan medis spesialis lanjutan. Selain itu, kemudahan konektivitas penerbangan langsung dari dan ke Kuala Lumpur menjadi faktor pendukung utama.
“Indonesia selalu menjadi pasar terdekat dan terpenting bagi Malaysia Healthcare, dan Yogyakarta memiliki potensi besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan serta permintaan terhadap perawatan spesialis,” tambahnya.
Dalam pameran ini, lebih dari 15 rumah sakit anggota MHTC turut berpartisipasi. Mereka menampilkan berbagai keunggulan layanan medis, mulai dari kardiologi, onkologi, ortopedi, fertilitas, hingga pemeriksaan kesehatan (medical check-up) dan gastroenterologi.
“Malaysia Healthcare menawarkan lebih dari sekadar perawatan berkualitas. Pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit yang diakui secara internasional, dokter spesialis berpengalaman, layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien,” jelas Rahmatullah.
Langkah ini menyusul capaian signifikan pada tahun 2025, di mana Malaysia mencatatkan pendapatan wisata medis sebesar RM2,2 miliar dari pasar Indonesia. Jumlah kunjungan pasien asal Indonesia mencapai 968.000 orang pada tahun tersebut, yang mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap layanan kesehatan di Malaysia.
“MHX Yogyakarta 2026 merupakan strategi memperkuat kemitraan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan Indonesia, sekaligus mendukung MYMT 2026 dalam memposisikan Malaysia sebagai salah satu destinasi wisata medis terkemuka di tingkat global,” pungkasnya.