Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi memberikan sertifikasi Approved Maintenance Organization (AMO) kepada PT Batam Aero Engine (BAE). Langkah ini menandai dimulainya kemampuan domestik untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat udara secara mandiri di Batam, Kepulauan Riau.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rokhman, menyatakan bahwa penerbitan sertifikat ini memastikan PT BAE telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas, dan standar kelaikudaraan yang diatur dalam regulasi penerbangan sipil. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap jasa pemeliharaan di luar negeri.
Sertifikat AMO 145D111 yang diberikan kepada PT BAE berlaku untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta 'Auxiliary Power Unit', ujar Sokhib dalam peresmian fasilitas tersebut di Batam, Rabu (21/8/2026).
Sokhib menambahkan bahwa keberadaan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri penerbangan nasional. Selama ini, pengerjaan komponen mesin pesawat sering kali harus dilakukan di luar negeri, sehingga kehadiran fasilitas di Batam menjadi terobosan penting. Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic, ujarnya.
PT Batam Aero Engine sendiri merupakan bagian dari ekosistem MRO Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Group yang berlokasi di Nongsa, Batam. Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menjelaskan bahwa fasilitas BAE memiliki spesialisasi khusus pada penanganan mesin pesawat dan Auxiliary Power Unit (APU). Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU, kata Daniel.
Dengan adanya sertifikasi ini, Batam kini diposisikan sebagai salah satu pusat MRO yang krusial bagi ekosistem penerbangan di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri kedirgantaraan nasional.
Mengutip ANTARA News Jambi, “......Sertifikat AMO 145D111 yang diberikan kepada PT BAE berlaku untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta 'Auxiliary Power Unit'......”