Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi yang mengguncang Kolombia dilaporkan terus meningkat. Hingga Jumat (14/8/2026), otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 285 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lebih dari 100.000 warga terdampak oleh peristiwa tersebut.
Upaya pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan kini memasuki fase kritis. Tim penyelamat di lapangan berpacu dengan waktu, mengingat peluang menemukan penyintas semakin menipis seiring berjalannya waktu. Meski demikian, harapan sempat muncul ketika tim penyelamat mendeteksi adanya tanda-tanda kehidupan di lokasi reruntuhan.
Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, mengungkapkan kepada stasiun radio FM pada Jumat bahwa “contact was made with a woman who was asking for help amid the rubble” di sebuah hotel yang runtuh. Temuan ini memberikan secercah harapan bagi tim evakuasi bahwa masih ada kemungkinan korban selamat yang terjebak.
Dampak kerusakan akibat gempa ini sangat luas, menghancurkan banyak lingkungan serta merobohkan berbagai bangunan di sejumlah kota. Salah satu warga terdampak, Ebert Jonathan Morales, menuturkan kondisi memprihatinkan yang dialami keluarganya. “The earthquake destroyed several neighborhoods in the city. Many houses were damaged, and buildings collapsed,” ungkapnya. Ia menambahkan, “We are going to stay here until the government gives us some help, some support.”
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, yang baru saja dilantik beberapa hari sebelum bencana terjadi, mengakui bahwa “the situation is complex”. Pemerintah kini tengah menyusun rencana pemulihan dengan menggandeng sektor swasta untuk membangun kembali wilayah yang terdampak serta memberikan subsidi bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. “We will not overcome this tragedy alone as a government,” tegasnya.
Selain upaya dari pemerintah, bantuan logistik dan peralatan darurat juga mulai dimobilisasi untuk mempercepat proses evakuasi. Kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang bagi para relawan dan petugas yang terus bekerja tanpa henti di tengah puing-puing bangunan.