Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat, 14 Agustus 2026. Fenomena seismik ini terjadi di titik lokasi yang berbeda, termasuk di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.
Di wilayah Sulawesi Utara, gempa bumi bermagnitudo 5,3 dilaporkan mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada pukul 08.14 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 5,36 Lintang Utara dan 125,34 Bujur Timur, tepatnya sekitar 195 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelas BMKG dalam keterangannya.
Pada hari yang sama, aktivitas gempa juga terdeteksi di wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 16.42 WIB. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 3,9 dengan pusat gempa berada di 145 kilometer tenggara Melonguane, pada kedalaman 140 kilometer. Titik koordinat gempa tercatat berada di 3,89 Lintang Utara dan 127,98 Bujur Timur.
Terkait gempa di Melonguane, BMKG menyampaikan melalui akun media sosial resminya: “#Gempa Mag:3.9, 14-Aug-2026 16:42:57 WIB, Lok:3.89LU, 127.98BT (145 km Tenggara MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:140 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”.
Selain wilayah Sulawesi Utara, BMKG juga memantau aktivitas seismik di wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan kekuatan magnitudo 7,0. Pusat gempa tersebut dilaporkan berada di 38 kilometer arah timur laut Mbay. Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan keselamatan masyarakat.