Persiapan Matang Go Ahead Eagles
Go Ahead Eagles bersiap memulai kampanye kompetisi musim ini dengan menjamu Willem II pada Sabtu malam pukul 18.45. Pertandingan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pendukung setelah tujuh pekan masa persiapan intensif yang dilakukan oleh tim. Pelatih Joseph Oosting menyatakan kepuasannya terhadap seluruh rangkaian program latihan yang telah dijalankan, menegaskan bahwa tim kini sepenuhnya siap untuk menunjukkan performa terbaik di hadapan para suporter setia di kandang sendiri.
Dalam sesi latihan terakhir yang dibuka untuk umum, Oosting memberikan gambaran jelas mengenai susunan pemain yang akan diturunkan. Tidak ada kejutan besar dalam komposisi tersebut, di mana Kjetil Haug dipastikan berdiri di bawah mistar gawang. Lini pertahanan akan dikawal oleh kuartet Alfons Sampsted, Julius Dirksen, Joris Kramer, dan Dean James. Sementara itu, sektor tengah menjadi area yang paling disorot dengan kehadiran Evert Linthorst, Melle Meulensteen, dan Victor Edvardsen. Lini depan akan dipercayakan kepada trio Søren Tengstedt, Stefán Sigurdarson, dan Mathis Suray.
Keputusan Oosting untuk menempatkan Evert Linthorst di lini tengah, mengungguli Calvin Twigt, didasarkan pada pertimbangan taktis yang mendalam. Oosting menjelaskan bahwa pemilihan pemain dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi kebugaran serta kebutuhan spesifik tim di lapangan. “Voor mij is het simpel: je speelt wedstrijden en kijkt wat je ziet en wat we willen op het veld. Calvin is geblesseerd geweest en heeft moeten optrainen. Ik kijk naar koppeltjes en wat we nodig hebben. Naast Melle Meulensteen kiezen we nu voor Evert, maar dat wil niet zeggen dat het altijd hetzelfde is. Het is dynamisch. Het heeft deels met de fitheid te maken, maar ook met wat je levert in wedstrijden,” ujar Oosting.
Antisipasi dan Dinamika Tim
Meskipun Go Ahead Eagles memiliki keuntungan bermain di kandang, Oosting tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Willem II. Ia mengakui bahwa lawan yang baru saja promosi ini memiliki organisasi permainan yang tertata rapi dan sedang berada dalam suasana positif. Oosting menekankan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan, karena Willem II merupakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.
Di balik persiapan teknis, tim sempat menghadapi kendala perjalanan yang mengharuskan mereka singgah di Luton. Namun, Oosting berhasil mengubah situasi tersebut menjadi peluang untuk mempererat ikatan antaranggota tim. “Het is heel vervelend dat zoiets gebeurt, maar we hebben dat kunnen omdraaien naar iets positiefs voor de teambuilding. We hebben een goed avondje gehad met elkaar,” kata Oosting. Kini, seluruh fokus telah dialihkan sepenuhnya pada eksekusi strategi di lapangan untuk mengamankan poin penuh dalam laga pembuka yang krusial ini.