Banjir Bandang Nepal: 19 Tewas, Ratusan Wisatawan Hilang

Kondisi wilayah pegunungan di Nepal pasca diterjang banjir bandang dahsyat yang merusak infrastruktur dan permukiman.
Sumber gambar: detikNews.

Bencana banjir bandang dahsyat menerjang wilayah pegunungan Nepal yang berbatasan dengan Tibet pada Rabu (26/8/2026). Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menelan korban jiwa serta menyebabkan ratusan orang hilang.

Hingga saat ini, otoritas setempat mengonfirmasi sebanyak 19 orang ditemukan meninggal dunia akibat terjangan air bah dan lumpur. Selain korban jiwa, sebanyak 384 wisatawan dilaporkan hilang dari area terdampak. Data dari Dewan Pariwisata Nepal (Nepal Tourism Board) menyebutkan bahwa dari jumlah tersebut, 291 di antaranya merupakan warga negara asing, sementara 93 lainnya adalah warga negara Nepal.

Juru bicara kepolisian setempat, Abi Narayan Kafle, mengungkapkan besarnya tantangan dalam proses evakuasi dan bantuan. “Sejauh ini 19 jenazah telah ditemukan. Kami berkoordinasi secara intensif dalam upaya penyelamatan dan bantuan. Banyak anggota kepolisian kami yang juga hilang kontak,” ujarnya seperti dilansir kantor berita AFP.

Banjir bandang ini menerjang kawasan Syabrubesi, yang dikenal sebagai titik awal jalur pendakian populer Langtang, serta area yang sering dilalui peziarah Hindu menuju Kailash Mansarovar. Kerusakan parah juga dilaporkan terjadi pada ruas jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah tersebut.

Administrator Distrik Rasuwa, Narendra Piyar, menyatakan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan, termasuk penggunaan helikopter. Namun, kondisi ketinggian air yang ekstrem menghambat proses pendaratan helikopter di beberapa titik. “Ada kemungkinan terjadi banyak korban jiwa atau kerugian properti. Namun, saya belum bisa memastikannya saat ini,” ungkapnya.

Pemerintah Nepal melalui Perdana Menteri Balendra Shah telah menginstruksikan evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah rendah atau di sepanjang bantaran sungai, terutama di dekat Sungai Bhote Koshi. Pihak berwenang terus berupaya melakukan verifikasi terhadap keberadaan para wisatawan yang dilaporkan hilang di tengah kondisi lapangan yang sulit akibat kerusakan infrastruktur yang meluas.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News