Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Penanganan Karhutla di Indonesia

Pertemuan BNPB dan Duta Besar Malaysia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan pesawat dan helikopter untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026. [S1]

Rincian Tawaran Bantuan

Dalam keterangannya pada Selasa, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan rincian dukungan yang ditawarkan Pemerintah Malaysia. Dukungan tersebut berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi. Tawaran ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki dukungan penunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia. [S1]

Penanganan Karhutla di Indonesia

BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini dilaksanakan secara terpadu melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Berdasarkan data operasi per 25 Oktober 2026, pemerintah telah mengerahkan 71.878 personel darat serta 63 armada udara yang terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca. [S1]

Penjajakan Kerja Sama Teknologi

Selain dukungan operasional, BNPB dan pemerintah Malaysia juga menjajaki kerja sama dalam bidang teknologi. Kerja sama ini meliputi pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla. [S1]

Tindak Lanjut dan Koordinasi Teknis

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara Malaysia yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri. Koordinasi ini membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, prosedur keselamatan penerbangan, serta alternatif dukungan jika asap tebal dan jarak pandang rendah membatasi efektivitas operasi udara. BNPB memastikan seluruh dukungan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan berlaku, dengan kendali operasi tetap berada di tangan Pemerintah Indonesia. [S1]


Rujukan:

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News