SATUINDONESIA.Eu.Org - Jakarta - Partai Gerindra masih menempati posisi puncak elektabilitas partai politik di Indonesia berdasarkan survei nasional terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia pada pertengahan Agustus 2026. Meski kokoh di urutan pertama sebagai partai utama pemerintah dengan raihan 23,2 persen, data menunjukkan tren dukungan terhadap partai besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut mengalami penurunan secara perlahan dalam lima bulan terakhir.
Hasil survei yang dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 menempatkan Partai Gerindra jauh di atas pesaing terdekatnya, PDI Perjuangan yang memperoleh 11,6 persen, serta Partai Golkar dengan 10,4 persen. Kendati mendominasi, grafik perolehan suara Gerindra tercatat menyusut total sebesar 2,9 poin persentase sejak Maret 2026.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengingatkan bahwa dukungan publik belum sepenuhnya terkunci dan masih sangat fluktuatif. Sebagaimana dikutip dari wartaekonomi.co.id, “Temuan dan analisa ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik,” jelas Yoki.
Di papan tengah, persaingan antarpartai berlangsung cukup ketat antara PKB yang meraup 6,2 persen dan Partai Demokrat sebesar 6,1 persen. Susunan berikutnya diisi oleh Partai NasDem (4,4 persen), PAN (3,4 persen), PKS (3,3 persen), PSI (2,3 persen), dan PPP (1,9 persen). Adapun partai-partai lainnya tertahan di bawah angka 1 persen.
Survei nasional ini melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi dengan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei disusun secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.