Harga Emas Tembus US$ 4.400, Tertinggi dalam Dua Bulan

Grafik harga emas dunia yang mengalami kenaikan di pasar global.
Sumber gambar: Bloomberg Technoz.

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu (12/8/2026), menembus level US$ 4.400 per troy ons. Pencapaian ini menandai harga tertinggi logam mulia tersebut dalam kurun waktu lebih dari dua bulan terakhir, tepatnya sejak 4 Juni 2026.

Lonjakan harga emas dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar. Berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics, inflasi Negeri Paman Sam pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,1% secara bulanan (month-to-month) dan 3,4% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, inflasi inti berada di angka 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021.

Data inflasi yang moderat ini memperkuat spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akan cenderung mempertahankan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September kini menyusut menjadi sekitar 40%, turun dari posisi 46% sebelum data inflasi dipublikasikan.

Edward Meir, analis dari Marex, menilai bahwa rilis data inflasi tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar emas. "Data inflasi cukup menggembirakan. Angkanya memang lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi. Ditambah pelemahan dolar AS dan faktor teknikal, semuanya turut menopang kenaikan harga emas," ujarnya sebagaimana dikutip dari Refinitiv.

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026), harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.407,06 per troy ons, menguat 0,92%. Tren positif ini berlanjut hingga sempat menyentuh US$ 4.414,3 per troy ons di pasar spot. Meski demikian, pergerakan harga emas pada Kamis (13/8/2026) terpantau lebih stabil dengan penguatan tipis sebesar 0,01% di awal sesi perdagangan.

Kenaikan harga emas ini menjadi kontras dengan pergerakan harga perak yang dilaporkan mengalami pelemahan. Pasar kini tengah menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis hari ini untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News