Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa gempa tersebut tercatat terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB.
Berdasarkan analisis terkini, BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut berpotensi memicu gelombang tsunami yang dapat berdampak di sejumlah wilayah di Indonesia. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat,” jelas BMKG dalam siaran langsung melalui kanal YouTube resmi BMKG.
BMKG menetapkan status ancaman siaga untuk beberapa wilayah dengan perkiraan ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 3 meter. “Dengan tingkat status ancaman siaga 0,5 hingga 3 meter terjadi di wilayah NTT, dengan perkiraan waktu tiba di Manggarai bagian utara pukul 05.02 WIB. Ngada bagian utara pukul 05.02 WIB, di Ende pukul 05.05 WIB, di Flores pukul 05.15 WIB, Provinsi Sulawesi Selatan dengan perkiraan waktu tiba di Jeneponto pukul 05.13 WIB,” papar BMKG dalam keterangannya.
Selain status siaga, BMKG juga mengeluarkan status waspada untuk wilayah dengan perkiraan ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter. Wilayah yang masuk dalam status waspada meliputi sebagian wilayah NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.
“Kemudian status waspada atau kurang dari 0,5 meter terjadi di wilayah NTT dengan perkiraan waktu tiba Flores Timur pukul 05.15 WIB,” jelas BMKG. Selain itu, wilayah lainnya yang terdampak status waspada adalah Bima dan Dompu di NTB, serta Wajo di Sulawesi Selatan. “Di NTB dengan perkiraan waktu tiba di Bima pukul 05.12 WIB. Di Dompu pukul 05.19 WIB. Provinsi Sulsel dengan perkiraan waktu tiba di Wajo pukul 06.01 WIB,” tambah BMKG.
Masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak peringatan dini ini diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas kebencanaan setempat terkait langkah evakuasi atau mitigasi lebih lanjut.