Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan restrukturisasi BUMN sektor konstruksi atau BUMN Karya. Proses pembenahan ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Dony menjelaskan bahwa tantangan dalam restrukturisasi ini cukup kompleks karena permasalahan tidak hanya terjadi di tingkat perusahaan induk (holding), tetapi juga menjalar hingga ke anak dan cucu perusahaan. Menurutnya, setiap BUMN Karya memiliki puluhan entitas anak usaha yang masing-masing menghadapi kendala tata kelola dan keuangan.
"Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah," ujar Dony di Kompleks Parlemen, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan bahwa proses penyelesaian harus dilakukan secara bertahap dan mendalam. "Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan. Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu. Inilah yang memakan waktu," tegasnya.
Dony mengakui bahwa pihaknya sebenarnya memiliki opsi untuk mengambil langkah instan seperti merger atau pailit. Namun, opsi tersebut dihindari karena mempertimbangkan dampak sistemik yang luas terhadap ekosistem industri lainnya. "Itu kan gampang saja, kita bisa mergerkan, kita pailitkan, dan sebagainya, tapi kan kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali. Inilah yang memakan waktu," beber Dony.
Terkait target penyelesaian, Dony menyatakan bahwa BP BUMN dan Danantara terus berupaya agar persoalan ini selesai pada penghujung tahun 2026. Meski demikian, ia mengakui adanya dinamika yang rumit di lapangan, termasuk penyelesaian proyek-proyek tertentu seperti LRT City yang saat ini juga tengah menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain fokus pada restrukturisasi BUMN Karya, Dony Oskaria bersama Danantara Asset Management (DAM) juga tengah merancang peta konektivitas nasional. Langkah ini bertujuan untuk merombak sektor transportasi nasional agar lebih efisien dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
"Sudah tidak zamannya lagi masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Karena itu, seluruh proses perlu terus dievaluasi," ujar Dony. Ia menekankan bahwa transformasi yang dilakukan harus memberikan dampak nyata bagi pengguna jasa. "Kalau transformasi ini tidak dirasakan, ya percuma saja, hanya menjadi konsep di atas kertas," tambahnya.
Dony menyoroti pentingnya peningkatan pengalaman penumpang (user experience) di setiap moda transportasi. "Kita harus memastikan sejak sebelum keberangkatan, misalnya saat naik kapal, pengalaman apa yang ingin dibangun. Lalu selama di perjalanan, layanan seperti apa yang harus dirasakan penumpang. Dan ketika tiba di tujuan, apa yang perlu dipastikan agar pengalaman tersebut tetap positif dan berkesan," pungkasnya.