Program Rumah Siap Kerja Solo: Dana Kelurahan Fokus Cetak Tenaga Terampil

Suasana kegiatan pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan warga agar siap masuk ke dunia industri.
Sumber gambar: Disway.

Pemerintah Kota Surakarta resmi mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) Kelurahan sebesar Rp10,8 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini difokuskan untuk mendukung dua prioritas utama, yakni penanganan sampah dari hulu serta percepatan program Rumah Siap Kerja guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, menjelaskan bahwa mekanisme pembagian anggaran tahun ini telah disesuaikan menjadi proporsional berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk, berbeda dengan sistem bagi rata pada tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil untuk memastikan efektivitas program di tingkat kelurahan.

“Dananya kalau totalnya sekitar Rp10,8 miliar. Tahun-tahun lalu itu diberikan bagi rata per kelurahan Rp200 juta, tapi mulai di APBD 2026 kita sesuaikan menjadi proporsional,” ujarnya.

Dalam implementasinya, pihak kelurahan berperan aktif mendata warga yang membutuhkan pekerjaan. Setelah melalui proses seleksi, warga akan mendapatkan pelatihan di lembaga pelatihan kerja (LPK) yang dibiayai oleh dana kelurahan. Program ini dirancang agar peserta dapat segera terserap di pasar kerja setelah mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih dua bulan.

“Intinya kelurahan-kelurahan itu nanti mendata warganya yang masih menganggur, membutuhkan pekerjaan. Nanti dia diseleksi, kira-kira memerlukan pelatihan apa yang nanti dari dana kelurahan ini membiayai untuk dia diklat,” tambah Budi.

Jenis pelatihan yang disiapkan pun disesuaikan dengan kebutuhan industri nyata, seperti pelatihan las, satpam, hingga sopir. Budi menegaskan bahwa orientasi utama dari program ini adalah kemandirian ekonomi peserta.

“Pelatihannya kurang lebih dua bulan sudah harus selesai dan dia bisa bekerja. Jadi contoh pelatihan untuk las, pelatihan untuk satpam, pelatihan untuk sopir,” ungkapnya.

Langkah Pemkot Surakarta ini sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap kerja. Di tempat lain, fokus serupa juga dilakukan oleh sektor pendidikan vokasi, seperti yang dilakukan SMK Kesehatan Asy-Syifa di Tangerang melalui fasilitas Teaching Factory. Fasilitas tersebut didesain menyerupai miniatur rumah sakit agar siswa mendapatkan pengalaman kerja nyata sebelum terjun ke dunia kesehatan yang sesungguhnya.

Pemerintah Kota Surakarta berharap sinergi antara pendataan di tingkat kelurahan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri ini dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan sepanjang tahun 2026.

Menyiapkan ruang diskusi…
Previous Post Next Post

News