Pemerintah Indonesia secara resmi menyiapkan 4.770 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara yang kompeten di berbagai instansi pemerintah.
Informasi mengenai alokasi formasi tersebut telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penyiapan kuota ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan regenerasi sumber daya manusia di lingkungan birokrasi melalui jalur pendidikan kedinasan yang terukur.
Selain fokus pada sekolah kedinasan, pemerintah juga tengah mempersiapkan rekrutmen CPNS untuk formasi guru. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah memastikan pembukaan rekrutmen tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini.
"Insya Allah, insya Allah sudah bisa dipastikan tahun ini," ujar Lalu di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (13/8/2026).
Lalu Hardian Irfani menjelaskan bahwa rencana pengangkatan guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini diharapkan mampu memenuhi setidaknya 50 persen dari total kebutuhan guru nasional yang saat ini mencapai sekitar 560 ribu orang. "Kan kebutuhannya 560.000 sekian. Kalau 50%-nya sekitar 200 ribuan seluruh Indonesia," tambahnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Komisi X DPR RI juga telah melakukan pembahasan mendalam mengenai isu pengangkatan guru, termasuk rencana pengangkatan guru PPPK paruh waktu bagi tenaga pendidik yang berusia 35 tahun ke atas. Hingga saat ini, pemerintah terus mematangkan jadwal dan mekanisme seleksi agar proses rekrutmen dapat berjalan transparan dan efektif sesuai dengan kebutuhan di lapangan.