Sejak pertengahan 2023, Megawati menjadi salah satu pemain kunci Red Sparks. Penampilannya yang konsisten dan penuh semangat bahkan membuatnya disebut sebagai “anak emas” klub tersebut. Ia sukses membawa Red Sparks menembus babak final Liga Voli Korea 2024/2025, meskipun akhirnya hanya meraih posisi runner-up usai kalah tipis 2-3 dari Pink Spiders dalam laga penentuan yang digelar di Samsan World Gymnasium, Selasa (8/4/2025).
Namun di balik sorotan prestasi itu, tersimpan keputusan emosional dari sang Megatron. Megawati memilih pulang ke Indonesia demi merawat sang ibunda yang kondisi kesehatannya menurun.
“Mega sangat senang dengan dua tahun yang dia habiskan di Red Sparks sehingga dia sangat ingin memperbarui kontraknya,” ujar agen Megawati, dikutip dari Yonhap. “[Tetapi] kesehatan ibunya yang menurun dan keinginan berbakti untuk merawatnya menjadi alasan mengapa dia menyerah untuk tinggal di V-League,” lanjut sang agen.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Megawati tidak didasarkan pada persoalan profesional, melainkan faktor keluarga yang lebih prioritas. Meski demikian, banyak penggemar bertanya-tanya soal kelanjutan karier Megawati di musim depan.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi ke mana Megatron akan berlabuh. Namun, spekulasi bermunculan. Ia disebut-sebut berpeluang besar untuk bermain di Liga Voli Indonesia, atau liga di kawasan ASEAN seperti Thailand atau Vietnam, yang jaraknya lebih dekat dengan Tanah Air.
Bagi banyak penggemar voli Indonesia, kembalinya Megawati ke kawasan Asia Tenggara tentu menjadi angin segar. Apalagi, Megatron dikenal sebagai pemain yang mampu membangkitkan semangat tim dan menjadi pusat perhatian di lapangan.
Dengan keputusan ini, Megawati sekali lagi membuktikan bahwa di balik kekuatan dan ketegasannya sebagai atlet, ia tetap seorang anak yang berbakti. Pilihannya pulang demi sang bunda menjadi bukti bahwa cinta keluarga lebih penting dari gemerlap sorotan internasional.
Kini, pecinta voli Indonesia hanya bisa menunggu: apakah Megatron akan hadir kembali di kompetisi lokal dan membawa energi barunya untuk mengangkat prestasi voli Tanah Air?
