Militer Israel melakukan tindakan penghancuran rumah milik seorang warga Palestina, Farouq Ramadan, yang tewas dalam sebuah bentrokan. Peristiwa penghancuran ini berlangsung di Kota Tell, Tepi Barat, pada Senin (10/8/2026) malam waktu setempat.
Bentrokan yang menjadi latar belakang peristiwa ini terjadi pada 24 Juli 2026. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan seorang pemukim Israel, seorang tentara, dan empat warga Palestina, termasuk Farouq Ramadan. Sebelum proses penghancuran dilakukan, tim zeni militer Israel mengevakuasi penghuni dari 30 rumah di sekitar kediaman target.
Wali Kota Tell, Walid Zaidan, memberikan keterangan terkait proses eksekusi tersebut kepada AFP. "Sekitar pukul 08.15 pagi (05.15 GMT), militer Israel meledakkan apartemen tempat tinggal mendiang Farouq Ramadan bersama istri dan kelima putrinya," ujar Walid Zaidan.
Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah "menghancurkan rumah tempat tinggal teroris yang melakukan penembakan tersebut." Pihak militer menegaskan akan terus mengambil tindakan proaktif terhadap ancaman keamanan di wilayah tersebut.
"Kami akan terus mengambil tindakan proaktif dan ofensif untuk menggagalkan terorisme di seluruh Yudea dan Samaria serta menyeret ke pengadilan para teroris yang berupaya mencelakai warga Negara Israel," demikian pernyataan militer Israel.
Radio militer Israel mencatat bahwa proses penghancuran rumah ini diselesaikan dalam jangka waktu dua minggu setelah peristiwa bentrokan terjadi. Pihak otoritas militer menyebut durasi tersebut sebagai "rekor waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam operasi serupa di wilayah Tepi Barat.